SELAMAT DATANG
DALAM BLOG CATATAN SOSIOLOGI
M. FATWA FATUROHMAN
LOADING SEDANG BERLANGSUNG
CS
  • SOSIOLOGI

    SOSIOLOGI

    Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

    Read More
  • MASYARAKAT

    MASYARAKAT

    Masyarakat (diterjemahkan dengan society), Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

    Read More
  • SEJARAH SMAN 1 CIBADAK

    SEJARAH SMAN 1 CIBADAK

    Pada tahun 1965, SMA Cibadak didirikan atas kepedulian masyarakat Kecamatan Cibadak terhadap pendidikan, dengan mengambil lokasi pembelajarannya berlangsung di SD Kebon Pala selama 1 tahun.

    Read More
  • TENTANG SAYA

    TENTANG SAYA

    Prinsip hidup itu bukanlah meraih dan berhenti dengan kesenangan, tapi mencoba dan terus menginginkan. dengan begitu, harapan untuk kehidupan yang lebih layak akan terus diperjuangkan.Saya sangat bahagia dengan kehidupan saya, dimana keluarga, pendidikan dan pengetahuan membimbing saya, namun tetap saja, kepuasan bukan berasal dari kebahagaiaan, tapi kemampuan, saya merasa belum mampu memberikan yang dibutuhkan

    Read More
  • KELOMPOK SOSIAL

    KELOMPOK SOSIAL

    Kelompok sosial sekumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi sehingga tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat itu sendiri. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.

    Read More

Sabtu, 21 Desember 2013

E-LEARNING : PENDIDIKAN UNTUK TEKNOLOGI DAN TEKNOLOGI BAGI PENDIDIKAN

"Pendidikan menghasilkan teknologi, teknologi bermanfaat bagi pendidikan. Buta teknologi, tuli informasi dan tuli informasi membuat gagap berkomunikasi..."
T.I.K atau singkatan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, merupakan suatu hal yang dirasa wajib untuk dibicarakan. Mengapa demikian ? karena melalui itulah setiap hal akan menciptakan suatu pertanyaan mengapa dan bagaimana. Mengapa sesuatu menjadi lebih mudah dan bagaimana proses memudahkan sesuatu. Dalam pelaksanaannya, manusia masa sekarang dituntut untuk membuka mata atas hal itu. Buta teknologi maka buta informasi dan buta informasi akan membuat gagap berkomunikasi. Masa ini merupakan masa yang ‘sengaja’ diciptakan untuk membuat segala sesuatu menjadi berteknologi. Setiap lini kehidupan membutuhkan peran dan turut serta teknologi itu sendiri. Mulai dari ranah ekonomi, sosial, politik, budaya, keamanan, pertahanan, pendidikan, dll, memerlukan adanya teknologi. Sebagai awal dari segala proses teknologi yang dihasilkan, pendidikan menjadi media untuk mengembangkan hal itu. Dengan pendidikan maka teknologi akan berkembang dan dengan teknologi maka pendidikan akan lebih maju. Menarik bukan ?
 
    Dalam prakteknya, pendidikan memerlukan teknologi untuk mempermudah proses pengajaran yang ada. Tak terkecuali latar belakang penulis membuat blog ini, dimana, blog ini sendiri merupakan blog yang digunakan untuk melakukan proses pendidikan. Penulis mengkhususkan diri pada konten sosiologi. Namun pada dasarnya pendidikan adalah hal yang universal. Spesialisasi hanyalah sebuah program dan cara, sementara pelaksanaannya semua saling bersangkutan. Berangkat dari hal itu, kita dapat melihat bahwa ternyata blog merupakan sarana pendidikan yang dihasilkan oleh teknologi, begitupun dengan website lainnya, bukankah hal itu didasarkan pada teknologi juga ? Kita bisa mengurai hal itu dengan kajian lapangan berupa searching dan browsing di internet.  

     Pendidikan melibatkan dua subjek utama yakni guru dan siswa. Guru yang memberikan pembelajaran dan siswa yang merefleksikan ajaran. Dua hal itu tak bisa dipisahkan, maka dalam prosesnya, keduanya harus saling melengkapi. Kaitan dengan teknologi, guru harus melek teknologi dan siswa harus sadar teknologi. Keduanya sama-sama memiliki kewajiban untuk melakukan hal tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi seperti apa yang harus sama-sama diketahui guru dan siswa. Ya, itulah media dan sarana pembelajaran berbasiskan teknologi. Saat ini, dunia mengenal sistem E-Learning. Secara bahasa, E-Learning merupakan kependekan dari Electronic Learning, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Pembelajaran Elektronik. Elektronik dimaknai sebagai alat/ sarana yang didasarkan pada prinsip elektronika (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Masa ini, elektronik melekat pada alat-alat rumah tangga, seperti televisi, kulkas, computer, dll. Apabila dilakukan pengerucutan, maka dapat dilihat bahwa elektronik yang dipakai untuk pendidikan dapat berupa televisi, komputer, dvd player, netbook dan sarana lain yang bisa dipergunakan. Hal ini membuka mata kita bahwa ternyata Pembelajaran elektronik merupakan suatu hal yang terdiri dari beberapa komponen. Maka dari itu, E-Learning dapat kita sebut sebagai suatu sistem pendidikan baru, dimana sistem ini berbasiskan teknologi, informasi dan komunikasi.  
    E-Learning atau sistem pembelajaran elektronik, menjadi sebuah babak baru dalam perkembangan pendidikan di dunia, khususnya di Indonesia. Melalui sistem ini, kita dituntut untuk melibatkan teknologi yang dihasilkan dari pendidikan itu sendiri. Dua cabang pokok, dimana pendidikan untuk teknologi dan teknologi bagi pendidikan. Alaminya, dengan sistem yang berbasiskan teknologi ini membuat segala hal, terutama dalam bidang pendidikan menjadi lebih mudah. Sebagai gambaran seperti apakah E-Learning tersebut. Kita ambil contoh media website. Website dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan informasi dan menghasilkan buah pikir. Dalam website kita dapat membaca dan menulis sesuatu. Bagi siswa ini akan menambah pengetahuan karena membaca dan bagi guru ini dapat menambah pengalaman untuk menghasilkan tulisan. Meskipun dalam prakteknya, guru dan siswa sama-sama bisa melakukan hal itu, namun keduanya akan memiliki pengalaman lebih dalam teknologi jika menggunakan media E-Leaning itu sendiri.

   Secara teori, kita telah sama-sama mengetahui metoda belajar E-Learning atau pembelajaran elektronik, pembelajaran yang dilakukan dengan teknologi. Secara praktikal, penulis akan mencoba memberikan gambaran secara lebih jelas dan sesuai pengalaman. Penulis yang berpredikat sebagai seorang pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) mencicipi E-Learning itu sendiri. Dimana, di sekolah yang dijalani penulis yakni SMA Negeri 1 Cibadak, Sukabumi, telah menerapkan hal itu. Alurnya yaitu sekolah menciptakan website khusus untuk E-Learning. Kita mengaksesnya menggunakan internet, di website tersebut tersedia berbagai fasilitas pembelajaran, seperti rangkaian materi, proses dan lama waktu pembelajaran, serta ulangan atau evaluasi pembelajaran secara online. Selain itu, kita bisa melakukan komunikasi dengan guru mata pelajaran melalui media tersebut. Dari hal tersebut, dapat dirasakan oleh pribadi penulis bahwa ternyata E-Learning sungguh sangat bermanfaat. Seperti apakah manfaat itu ? Pembelajaran menjadi lebih canggih, ringkas dan efektif. Dalam hal ini, siswa dan guru dituntut untuk mempunyai keahlian dalam teknologi tersebut. Sebab, keduanya menjadi pengguna fasilitas tersebut. Belajar dan praktek menjadi alur jelas untuk dapat menguasai e-learning yang digunakan.


     E-Learning memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung. Manfaat tersebut terkhususkan pada guru dan siswa, karena keduanya pelaku pembelajaran secara riil. Guru mempunyai sarana untuk menghasilkan buah pikirannya secara tidak langsung yakni pada media website, menampilkan pembelajaran secara lebih menarik (menggunakan komputer dan animasi grafis), memudahkan untuk melakukan evaluasi pada siswanya serta belajar teknologi tentunya. Sementara bagi siswa, E-Learning memberikan manfaat seperti menambah pengetahuan teknologi, mengefektifkan waktu belajar (bisa belajar dengan media internet), membangkitkan semangat siswa (tampilan animasi grafis yang disediakan guru), dll. Secara faktual, E-Learning membuat teknologi dekat dengan guru dan merangkul siswa. Dari situlah, teknologi menjadi sebuah alat untuk memajukan yang seharusnya dimajukan, yakni pendidikan.

     Namun dibalik segala kelebihan dan manfaat, tentulah ada hambatan yang mengiringi. E-Learning memanglah suatu hal yang memudahkan, tetapi hal ini tidaklah semudah kemudahan yang dihasilkan. Bagi beberapa kalangan mungkin hal ini akan menjadi sebuah kesulitan tersendiri. Tak dapat dipungkiri, setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing, setiap wilayah memiliki kualitasnya tersendiri. Adakalanya, E-Learning sulit dijalankan diwilayah yang masih jauh atas fasilitas teknologi dan didaerah yang masyarakatnya kurang berteknologi. Untuk itulah, penulis merasa perlu mengingatkan pemerintah ataupun unsur lainnya, guna mengatasi ketimpangan yang ada. Agar terciptanya sistem yang efektif sesuai harapan dan tuntutan masa. Pemerintah menjadi tombak untuk menentukan arah yang lebih baik kedepannya. Dalam hal ini, perlulah kiranya pemerintah melakukan pertimbangan untuk melakukan pembaharuan secara komprehensif, karena pada dasarnya, setiap kualitas tak akan menutupi kuantitas. Kualitas yang baik dalam proses yang baik, akan menghasilkan nilai/ kuantitas yang besar. Itulah pentingnya peran serta kita sebagai suatu masyarakat keseluruhan untuk sadar atas teknologi dan menyadarkan diri akan zaman yang memberikan kesempatan untuk maju.  Mari kita berdayakan Ilmu, cerahkan pengetahuan, gali teknologi, Majukan pendidikan dan tingkatkan kualitas bangsa !


Sebagai langkah mudah menuju cita-cita pendidikan yang canggih dan ringkas, maka sosialisasi atas penggunaan e-learning amatlah diperlukan guna menutupi keraguan atas sistem yang baru ini. Dengan itu kita sebagai masyarakat yang sadar atas pentingnya penerapan hal itu perlu menjadi kerjasama terutama dengan media teknologi lain, dalam hal ini operator seluler menjadi salah satu tokoh sentral yang membantu proses tersebut. Penulis mengapreasi langkah XL untuk mengadakan lomba blog pendidikan sebagai langkah dini membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan teknologi bagi pendidikan, khususnya.
Join :
Anda sedang membaca Artikel tentang Anda bisa menemukan Artikel ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2013/12/e-learning-pendidikan-untuk-teknologi.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back sebagai Referensi.

Rabu, 16 Oktober 2013

Materi KONFLIK SOSIAL DAN INTEGRASI SOSIAL

BAB III
KONFLIK SOSIAL DAN INTEGRASI SOSIAL

 KONFLIK SOSIAL
A. Pengertian Konflik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan atau pertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih(atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.

Dalam Bahasa latin : Configere artinya saling memukul.

B. Pengertian Konflik menurut Ahli :
  • Soerjono Soekanto : Suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan /atau kekerasan.
  • Gillin and Gillin : konflik adalah bagian dari sebuah proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi , kebudayaan dan perilaku.
C. Faktor-faktor Penyebab Konflik
Soejono Soekanto mengemukakan 4 faktor penyebab terjadinya konflik yaitu :
  • perbedaan antarindividu,
  • perbedaan kebudayaan ,
  • perbedaan kepentingan dan
  • perubahan sosial. 
1. Perbedaan antarindividu
Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, atau ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggan, dan identitas seseorang.
Sebagai contoh anda ingin suasana belajar tenang tetapi teman anda ingin belajar sambil bernyanyi, karena menurut teman anda itu sangat mundukung. Kemudian timbul amarah dalam diri anda. Sehingga terjadi konflik.

2. Perbedaan Kebudayaan
Kepribadian seseorang dibentuk oleh keluarga dan masyarakat . tidak semua masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma yang sama. Apa yang dianggap baik oleh satu masyarakat belum tentu baik oleh masyarakat lainnya.
Interaksi sosial antarindividu atau kelompok dengan pola kebudayaan yang berlawanan dapat menimbulkan rasa amarah dan benci sehingga berakibat konflik.

3. Perbedaan Kepentingan
Setiap kelompok maupun individu memiliki kepentingan yang berbeda pula. Perbedaan kepentingan itu dapat menimbulkan konflik diantara mereka.

4. Perubahan Sosial
Perubahan yang terlalu cepat yang terjadi pada suatu masyarakat dapat mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku, akibatnya konflik dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan individu dengan masyarakat.
Sebagai contoh kaum muda ingin merombak pola perilaku tradisi masyarakatny, sedangkan kaum tua ingin mempertahankan tradisi dari nenek moyangnya. Maka akan timbulah konflik diantara mereka.


D. Bentuk-bentuk Konflik

Menurut Lewis A. Coser konflik dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. Konflik realistis berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem atau tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial.
  2. Konflik nonrealistis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonis(berlawanan), melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan.
Berdasarkan kedua bentuk konflik diatas Lewis A. Coser membedakannya lagi kedalam dua bentuk konflik berbeda, yaitu :
  • Konflik In-group adalah konflik yang terjadi dalam kelompok itu sendiri
  • Konflik Out-Group adlah konflik yang terjadi antara suatu kelompok dengan kelompok lain.
Menurut Soerjono Soekanto konflik dibedakan menjadi 5 bentuk, yaitu :
  • Konflik atau pertentangan pribadi
  • Konflik atau pertentangan rasial
  • Konflik atau pertentangan antar kelas-kelas sosial
  • Konflik atau pertentangan politik
  • Konflik atau pertentangan yang bersifat internasional

Berdasarkan Sifatnya :
  • Konflik destruktif, merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang , rasa benci dan dendam dari seseorang ataupun kelompok orang . Pada titik tertentu konflik ini dapat merusak atau menghancurkan sebuah hubungan.
  • Konflik konstruktif, merupakan konflik yang bersifat fungsional, konflik ini muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan. Konflik ini menghasilkan konsesus dari perbedaan pendapat menuju sebuah perbaikan. 
Berdasrkan posisi pelaku yang berkonflik
  • Konflik vertikal, konflik antar komponen masyarakat didalam suatu struktur yang bersifat hirarkis
  • Konflik horisontal,konflik antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan relatif sama.
  • Konflik diagonal, merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan aloksi sumber daya ke seluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentangan ekstrim, contoh konflik poso
Berdasarkan sifat pelaku yang berkonflik
  • Konflik terbuka, merupakan konflik yang diketahui semua pihak, contoh konflik antara Israel dengan Palestina
  • Konflik tertutup, konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik
Berdasarkan konsentrasi aktivitas Manusia di dalam masyarakat:
  • Konflik sosial, merupakan konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan sosial dari pihak yang berkonflik. Konflik sosial dibedakan menjadi dua,yaitu :
1.      Konflik sosial vertikal : konflik yang terjadi antara masyarakat dengan negara.
2.      Konflik sosial horisontal : konflik yang terjadi antar etnis, suku atau agama
  • Konflik Politik, yaitu konflik yang terjadi akibat terjadi karena perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan
  • Konflik Ekonomi, konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik.
  • Konflik Budaya, konflik akibat adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak yang berkonflik.
  • Konflik Ideologi, konflik akibat perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekolompok orang , contoh konflik saat G30-S/PKI
Dari sudut psikologi sosial, Ursula Lehr mengemukakan konflik sebagai berikut :
  • Konflik dengan orangtua
  • Konflik dengan anak-anak sendiri
  • Konflik dengan keluarga
  • Konflik dengan orang lain
  • Konflik dengan suami atau istri
  • Konflik disekolah
  • Konflik dalam pemilihan pekerjaan
  • Konflik agama
  • Konflik pribadi

E. Dampak Sebuah Konflik

Dampak sebuah konflik memiliki 2 sisi yang berbeda yaitu dilihat dari segi positif dan dari segi negatif.
Segi positif dari konflik adalah sebagai berikut:
  1. Konflik dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas di telaah.
  2. Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nila-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok.
  3. Konflik meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  4. Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok.
  5. Konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma baru.
  6. Konflik dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat.
  7. Konflik memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang.
Segi negatif dari konflik :
  1. Keretakan hubungan antarindividu dan persatuan kelompok.
  2. Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia.
  3. Berubahnya kepribadian para individu.
  4. Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah.
F. Konflik Dan Kekerasan

  • Dalam KBBI kekerasan didefinisikan sebagai perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabakan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.
  • Secara sosiologis kekerasan umumnya teradi saat individu atau kelompok yang berinteraksi mengabaikan norma-norma dan nilai sosial dalam mencapai tujuan masing-masing.Akibatnya terjadilah konflik yang bermuara  kekerasan.
Teori – teori tentang Kekerasan :

Menurut Thomas santoso, terdapat 3 teori tentang kekerasan, yaitu :
  1. Teori Kekerasan sebagai tindakan aktor(individu) atau kelompok
    • Manusia melakukan kekerasan karena adanya faktor bawaan, seperti kelainan genetik atau fisiologis
  1. Teori Kekerasan Struktural
·        Kekerasan bukan berasal dari orang tertentu melainkan terbentuk dalam suatu sistem sosial. Para ahli memandang kekerasan tidak hanya dilakukan oleh aktor atau kelompok semata melainkan dipengaruhi oleh suatu struktur.

  1. Teori Kekerasan sebagai kaitan antara aktor dan struktural
·        Konflik merupakan sesuatu yang telah ditentukan sehingga bersifat endemik bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ada 4 jenis kekerasan yang diidentifikasikan, yaitu :
a.       kekerasan terbuka (yang dapat dilihat)
b.      kekerasan tertutup (kekerasan tersembunyi, berupa ancaman)
c.       kekerasan agresif (kekerasan yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu, penjambretan)
d.      kekerasan defensif (kekerasan yang dilakukan untuk melindungi diri)

Salah satu bentuk kekerasan kolektif yang akhir-akhir initerjadi adalah : terorisme.
Cara Pengendalian Konflik dan Kekerasan

Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial, yaitu konsoliasi, mediasi dan arbitasi.
 Konsoliasi
Dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak yang bertikai.

Mediasi
Dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator.

Arbitasi
Dilakukan apabila kedua belah pihak sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik.

Ajudication
Cara penyelesaian konflik melalui pengadilan


INTEGRASI SOSIAL 
A. Pengertian Integrasi Sosial
·        Dalam KBBI integrasi diartikan pembauran sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat

·        Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama bahasa, kebiasaan, sistem nilai dan lain sebagainya.

B. Pengertian integrasi sosial menurut ahli :
  • Menurut Baton : integrasi sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan fungsi penting pada perbedaan pada ras tersebut

C. Syarat terjadinya Integrasi
Menurut  William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff, syarat  terjadinya integrasi sosial adalah :
  • Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka
  • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma
  • Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten

D. Faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya proses integrasi
  • Homogenitas kelompok, pada masyarakat yang homogenitasnya rendah integrasi sangat mudah tercapai , demikian sebaliknya.
  • Besar kecilnya kelompok, jumlah anggota kelompok mempengaruhi cepat lambatnya integrasi karena membutuhkan penyesuaian diantara anggota.
  • Mobilitas geografis, semakin sering anggota suatu masyarakat datang dan pergi maka semakin mempengaruhi proses integrasi
  • Efektifitas komunikasi, semakin efektif komunikasi, maka semakin cepat integrasi anggota-anggota masyarakat tercapai.
E. Bentuk-bentuk integrasi sosial
  • Integrasi Normatif : integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku dimasyarakat,  contoh masyarakat Indonesia dipersatukan oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika
  • Integrasi Fungsional, integrasi yang terbentuk sebagai akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyrakat. Contoh Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi masing-masing, suku bugis melaut, jawa pertanian, Minang pandai berdagang.
  • Integrasi Koersif, integrasi yang terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa.. Dalam hal ini penguasa menggunakan cara koersif.
F. Proses Integrasi

  • Asimilasi : berhadapannya dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli.
  • Akulturasi : proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing (baru), sehingga kebudayaan asing (baru) diserap/diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri, tanpa meninggalkan sifat aslinya.

G. Faktor-faktor Pendorong Integrasi Sosial
  • Adanya tolerasnsi terhadap kebudayaan yang berbeda
  • Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi
  • Mengembangkan sikap saling menghargai orang lain dengan kebudayaannya
  • Adanya sikap yang terbuka dengan golongan yang berkuasa
  • Adanya persamaan dalam unsur unsur kebudayaan.
  • Adanya perkawinan campur (amalgamasi)
  • Adanya musuh bersama dari luar.

REFERENSI (BUKU) 

Maryati, Kun, dkk.2007 Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Erlangga
id.wikipedia.org
Anda sedang membaca Artikel tentang Anda bisa menemukan Artikel ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2013/10/materi-konflik-sosial-dan-integrasi.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back sebagai Referensi.

Sabtu, 02 Maret 2013

Antara Wibawa dan Kepayahan

Seperti yang kita tahu, semua orang menginginkan apresiasi dari yang lain. Apresiasi dapat berwujud suatu perhatian lebih, pemberian, pujian dan kewibawaan yang otomatis terjalin. Berbagai hal itu tidak dapat kita miliki dengan mudah, perlu usaha dan kerja keras yang kuat. Loyalitas dan Moralitas amat diperlukan.

Loyalitas yang kita tonjolkan adalah semangat dan tekad untuk menjadi yang terbaik. Proses menuju ke arah itu merupakan jalan yang panjang. Jalan berliku perlu kita lalui. Mengorbankan sesuatu untuk mendapatkannya adalah suatu kebanggan. Sangat jelas disini bahwa melaluinya tidaklah mudah, "berakit-rakit kehulu berenang ketepian" adalah suatu amalan yang patut kita pertimbangkan. Pembuktian yang amat mudah untuk menyimpulkannya, yaitu kita harus melalui kesulitan untuk mendapatkan suatu kebahagiaan. Tak ada yang instan, apalagi dimiliki dengan kelicikan dan sikap bodoh dalam melaluinya.

Loyalitas merupakan proses yang harus kita jalani. Dalam proses tersebut haruslah memiliki acuan, dan acuan yang terpenting adalah Moralitas yang dijunjung tinggi. Seperti disebutkan diatas bahwa, sikap yang harus kita miliki adalah kerja keras dan kerja cerdas. Bukan hanya menginginkan prestasinya saja, namun harus mau mengalami kesakitan yang tidak ringan dalam meraihnya. Janganlah kita menjadi manusia yang hanya mendapatkan wibawa tanpa usaha. Apalagi setelah kita mendapatkan wibawa itu kita menjadi orang yang tidak memahami maksud dan tujuan dari wibawa tersebut. Janganlah kiranya kita begitu !

DUA PRINSIP tadi mesti kita pahami untuk menjadi manusia yang bermakna, berprestasi dan berwibawa dihadapan orang lain. Bukan hanya hasil yang telah kita capai, namun lebih kepada proses yang dilalui dan niatan yang ditautkan. Bukanlah orang berwibawa yang menjalankan kepayahan dan orng berwibawa bukanlah orang yang payah. Tak ada yang dihasilkan dengan mudah, dan bukan hanya ingin melihat hasil baiknya saja.

Sumber : fatwarohman.blogspot.com
Anda sedang membaca Artikel tentang Anda bisa menemukan Artikel ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2013/03/antara-wibawa-dan-kepayahan.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back sebagai Referensi.

Senin, 25 Februari 2013

Materi BAB 2 Modernisasi dan Globalisasi XII PPT

BAB 2
MODERNISASI DAN GLOBALISASI



Rujukan materi : BUKU SOSIOLOGI SMA XII, ESIS. KUN MARYATI

Anda sedang membaca Artikel tentang Anda bisa menemukan Artikel ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2013/02/materi-bab-2-modernisasi-dan.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back sebagai Referensi.

Sabtu, 09 Februari 2013

Kita Jauhi Prasangka Buruk


Saya tak akan pernah berhenti mengulik mengenai kehidupan, mengapa ? karena menurut saya kehidupan merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Mungkin seperti yang anda rasakan, hidup ini sungguh penuh dengan tanda tanya, bahkan ketika muncul sebuah teori dan penelitian untuk menjawab semua tanya yang ada, itu semua tak mampu menutupi semua pertanyaan yang muncul. maka dari itu, semua hal yang berkaitan dengan kehidupan menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk dicermati
kehidupan merupakan sebuah perjalanan panjang bagi kita. kehidupan diisi dengan sesuatu yang amat membingungkan, entah itu kejadian atau sebuah harapan. kejadian yang pernah terjadi merupakan sebuah efek dari pemikiran yang kita pikirkan. kejadian tak akan pernah ada tanpa ada pemikiran kita sebelumnya, bahkan kejadian yang belum terjadi, belum tentu terjadi dan sudah terjadi semuanya seperti dikontrol oleh pemikiran yang menentukan. pemikiran itulah yang dinamakan dengan prasangka.prasangka merupakan sebuah pengira-ngiraan. namun, sebagian dari kita ada yang menggunakan prasangka tersebut sebagai bahan pemikiran yang negatif, yaitu berupa ketakutan akan hal buruk yang akan terjadi. Kalau menurut istilah agama itu Su'udzon, karena tak lepas dari kenyataan itu bahwa setiap manusia tak dapat memastikan takdirnya dan cenderung berpikir ke arah yang kurang menjanjikan, dan arah itulah yang menunjuk kepada hal kurang baik yang kita pikirkan. Namun, bukankah prasangkan buruk atau su'udzon merupakkan hal yang tidak baik dan patut dihindari. dan berikut ini saya akan memberikan sebagian dari unek-unek saya yang mungkin dapat membantu masalah kita bersama ini, masalah prasangka kurang baik

1. Positive thingking/berpikir positif
sekarang niatkan dalam hati anda bahwa anda akan selalu memikirkan berbagai hal yang positif, sebagaimana dari kekuatan pikiran kita yang turut andil bagian dalam kehidupan, hendaknya kita menggunakan pikiran kita sebagai sarana untuk menjernihkan hidup yang selalu penuh dengan bayang-bayang kelam.
2. Hindari menghayal
hayalan merupakan suatu kontrol pikiran, kadang kontrol pikiran itulah yang dapat menjerumuskan pikiran kita kearah yang negatif, bukankah khayalan juga merupakan sesuatu yang semu ?!
3. Jauhi Gosip
gosip disini bukankah membicarakan orang lain, karena itu merupakan sesuatu yang dilarang oleh berbagai kalangan bahkan juga Agama. gosip disini adalah sesuatu yang tidak nyata, yaitu berupa pembbicaraan orang-rang yang membuat anda merasa kurang percaya diri dengan apa yang ada lakukan.
4. Jangan terpengaruh dengan kegagalan
sebagian dari kita menjadikan kegagalan yang kita peroleh merupakan sebuah momok yang tak dapat dihindari. bahkan kita selalu menganggap bahwa kegagalan akan mengikuti kita terus menerus. untuk menghindari hal tersebut kita patut membersihkan hal tersebut, karena itu merupakan sebuah prasangka yang buruk
5. Mantapkan bahwa kita Bisa
dengan berbekal dari pikiran positif dan menghindari semua hal yang mempengaruhi pikiran negatif, kita perlu memantafkan diri kita, bahwa sebenarnya kita itu MAMPU untuk melalui semua waktu yang menunggu dimasa depan, dengan kemantapan itulah akan menjadi sebuah keyakinan terus menerus.
sekian pembahasan dan tulisan saya kali ini, semoga ada manfaat yang dapat kita petik bersama. saya harap tidak ada kesalah pahaman pengertian diantara kita, walaupun itu ada, kita jadikan bahan pembelajaran bersama. selamat mencoba :)
Anda sedang membaca Artikel tentang Anda bisa menemukan Artikel ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2013/02/kita-jauhi-prasangka-buruk.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back sebagai Referensi.

Catatan : Bangkit dari Keterpurukan

Bangkit dari keterpurukan adalah suatu hal yang menjadi perencanaan saya setelah mengalami sebuah ke-jatuhan. Dunia berputar, bukan hanya pepatah yang basi dan tak berguna. Dunia berputar, adalah sebuah fakta. Tak ada yang berhak menolaknya, bahkan ketika orang tersebut memiliki keyakinan akan penolakannya itu, dunia tak akan pernah berhenti berputar selama manusia masih menjalankan dan mengukir cita-cita diatasnya. Dunia akan terus berputar dan masih berputar selama Tuhan mengizinkan umat-Nya memberkahi setiap angan yang diharapkannya.

Ku tahu bahwa hal itu memanglah wajar. Ketika kita diatas, maka kita akan segera turun ke bawah. Angin akan menerpa ketika kita menanjak menuju atas. Manakala kita menuju bawah, angin akan segera menghindarinya. Ketika kita turun ke bawah, kita akan sadar betapa berartinya sebuah usaha. Usaha yang amat menentukan, kehidupan kita setelahnya. Hal yang menjadi sebuah perhatian, bukanlah kejatuhan dan penurunan kita. Namun yang menjadi perhatian adalah bagaimana kita menyikapi kejatuhan tersebut. Mungkin sebagian dari kita akan mengabaikan maknanya, karena hal itu memanglah biasa dalam alur kehidupan. Namun tak sedikit dari kita yang terus menerus memiikirkan keterpurukan itu. Bahkan tak aneh jika banyak orang yang jadi kehilangan kesadaran dan mengalami ke-galau-an akibat kejatuhan ini. Mereka terkungkung dalam keterpurukan. Memanglah kiranya, jika keterpurukan tak dapat dihindarinya. Karena ia begitu amat menyesali perlakuan sebelumnya. Pastilah ia mengalami sebuah defresi yang hebat ketika ia harus jatuhdari atas dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Perencanaan yang saya buat adalah bangkit merupakan harapan. Mengapa ? agar kelak saya tak seperti orang yang linglung dan tak tahu arah. Manakala kejatuhan melanda, saya akan segera bangkit dan mengikuti kenyataan yang ada. DUNIA BERPUTAR. Saya ingin memantapkan hati, bahwa semua itu nyata. Ketika banyak sekali motivator dan orang sukses yang mengatakan bahwa kita harus menyakini hal itu. Aku ingin melakukannya sebelum mereka menyadari bahwa akulah salah satu orang yang telah melakukannya, aku ingin segera menghapus keterpurukan dengan sebuah kebangkitan. kebangkitan yang menciptakan sebuah kesuksesan. Kesuksesan yang diiringi keterpurukan adalah sesuatu yang amat membanggakan. Membuat diri ini merasa paling beruntung. membuat pikiran semakin terbuka, bahwa Allah itu ada dan selalu membantu umatnya yang selalu berharap.  Aku tak kan pernah berhenti berharap, meskipun harapan itu sendiri tak terlalu ku pikirkan, namun itu kan hidup, selamanya.. selama aku masih mengukir cita-cita di dunia yang terus dan masih berputar..

Sumber : Dokumen Pribadi dalam www.fatwarohman.blogspot.com
Anda sedang membaca Artikel tentang Anda bisa menemukan Artikel ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2013/02/catatan-bangkit-dari-keterpurukan.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back sebagai Referensi.

TUGAS 9 EVALUASI BAB PERUBAHAN SOSIAL


EVALUASI BAB I
"PERUBAHAN SOSIAL"
XII/ Semester I


BAGIAN A

1.Adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang dijumpai dalam kehidupan sosial di masyarakat sering menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Proses ini merupakan….
a.Perubahan kebudayaan
b.Diferensiasi sosial
c.Peranan sosial
d.Perubahan sosial
e.Integrasi sosial

2.Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial adalah….
a.Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi
b.Program transmigrasi dari pemerintah
c.Keberhasilan program keluarga berencana
d.Adanya perpindahan penduduk antardaerah
e.Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat

3.Salah satu faktor pendorong perubahan masyarakat yang datang dari dalam masyarakat itu sendiri adalah….
a.Perubahan lingkungan alam
b.Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
c.Adanya pertentangan dalam masyarakat
d.Adanya peperangan
e.Adanya penjajahan

4.Contoh dari perubahan cepat dan mendasar adalah….
a.Model pakaian
b.Revolusi industri
c.Hukum pewarisan
d.Undang-undang perkawinan
e.Pembuatan alat-alat

5.Faktor penghalang terjadinya suatu perubahan adalah….
a.Masyarakat yang terbuka terhadap hal-hal yang baru
b.Masyarakat yang memiliki inovasi tinggi
c.Adanya kepentingan-kepentingan yang sudah tertanam kuat
d.Bertambah dan berkurangnya penduduk
e.Kuatnya hubungan dengan masyarakat sekitarnya

6.Perubahan yang merupakan lanjutan dari perubahan terdahulu disebut….
a.Perubahan mendasar
b.Perubahan revolusi
c.Perubahan structural
d.Perubahan menyebar
e.Perubahan proses

7. Perubahan yang disebabkan oleh faktor lingkungan alam adalah….
a.Terjadinya banjir
b.Hujan besar
c.Terjadinya bedol desa
d.Hama pertanian
e.Kebakaran

8.Cara suatu kebudayaan yang masuk dengan jalan damai disebut….
a.Penetration violence
b.Penetration culture
c.Penetration civilization
d.Penetration pasifique
e.Difusi culture

9.Berikut ini faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial adalah….
a.Perkembangan iptek yang lambat
b.Prasangka terhadap hal-hal yang berbau asing
c.Kebutuhan yang semakin kompleks
d.Chauvinisme
e.Mempertahankan adat dan kebiasaan

10.Perubahan yang mendasar meliputi struktur-struktur sosial dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat dinamakan….
a.Evolusi sosial
b.Perubahan progress
c.Pergeseran tata nilai
d.Revolusi sosial
e.Perubahan regress

11.Yang termasuk evolusi dibidang sosial adalah …
a.Perubahan sistem pertanian ladang ke sistem pertanian irigasi
b.Penerimaan masyarakat terhadap pola hidup keluarga kecil
c.Pergantian bentuk pemerintahan dari kerajaan ke republik
d.Penggunaan mesin traktor untuk membajak sawah
e.Penggunaan bibit unggul dalam bidang pertanian

12.Alasan terjadinya perubahan social dalam bidang ekonomi yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat adalah …
a.Rasa tidak puas dengan kondisi yang sedang berlangsung
b.Kecewa dengan hasil yang telah didapat
c.Ingin meningkatkan perdapatan perkapita
d.Kurangnya tenaga ahli dalam melaksanakan pembangunan
e.Kurangnya sumberdaya manusia dalam bidang ekonomi

13.Pergolakan sangat erat kaitannya dengan disintegrasi karena …
a.Disintegrasi berakibat terhadap perubahan
b.Pergolakan menimbulkan chaos
c.Pergolakan menimbulkan anomi
d.Pergolakan cenderung menimbulkan disintegrasi
e.Pergolakan cenderung mengarah ke konflik

14.Suatu tindakan dikatakan kriminal jika …
a.Bertentangan dengan norma dan nilai
b.Tidak sejalan dengan kesepakatan
c.Bertentangan dengan hukum yang berlaku
d.Adanya denda yang besar bagi pelaku
e.Tidak sesuai dengan kehendak pribadi

15.Tindakan korupsi adalah tindak kejatan yang terjadi karena …
a.Pelakunya mempunyai kebiasaan buruk
b.Adanya kelainan jiwa yang diidap pekaku
c.Ada kesempatan yang dimiliki pelaku
d.Pelakunya mempunyai cacat fisik
e.Pelakunya memiliki kekuasaan

16.Perbedaan antara aksi protes dengan aksi demonstrasi terletak pada …
a.Jumlah pengikutnya
b.Waktu yang digunakan
c.Interaksinya
d.Latar belakang
e.Tujuannya

17.Perubahan mode pakaian dikategorikan sebagai perubahan yang pengaruhnya kecil dengan ruang lingkup yang tidak luas karena …
a.Tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat
b.Selalu menguntungkan pedagang
c.Hanya diikuti oleh golongan tertentu
d.Tidak ada hubungan dengan bidang kebudayaan
e.Hanya berhubungan dengan kebutuhan sekunder

18.Penemuan baru yang direncanakan secara matang paling banyak terjadi pada …
a.Bidang agama
b.Bidang sastra
c.Bidang sosial
d.Bidang teknologi 
e.Bidang politik

19.Sikap-sikap yang dapat menjaga keutuhan suatu bangsa sebagai bangsa yang majemuk, antara lain …
a.Sikap adil dan bijak harus dilakukan aparat pemerintan dalam melaksanakan tugasnya
b.Berjiwa sosial demi kalangsungan hidup kelompoknya atau partainya
c.Menerapkan aturan hokum secara konsekuen bagi golongan tertentu
d.Menyelesaikan tugas yang ditugaskan kepada aparat tertentu
e.Meningkatnya sikap primodial bagi setiap suku bangsa yang ada di indonesia

20.Kesadaran social sangat penting dalam mewujudkan kesinambungan Negara dan bangsa karena …
a.Hal ini dapat menambah semangat gotong royong setiap wilayah
b.Sikap yang demikian dapat membrantas konflik antarkelompok atau golongan
c.Tanpa adanya kesadaran sosial dari setiap warga masyarakat sulit untuk mewujudkan kasinambungan bangsa
d.Kesadaran nasional akan memupuk sikap primodial setiap suku bangsa
e.Kesadaran social dapat diwujudkan dengan konsolidasi setiap partai politik

BAGIAN B

1.Apa saja contoh-contoh nyata perubahan sosial ?
Jawab : 
Berbagai contoh nyata perubahan sosial dalam teori bentuk-bentuk perubahan sosial, diantaranya :
  • Perubahan lambat (evolusi) : Perubahan sistem mata pencaharian manusia, dari sistem berburu dan nomaden (berpindah-pindah) menjadi sistem bertani dan menetap. Perubahan stratifikasi berdasarkan adat yang memerlukan waktu yang relatif lama karena adanya perasaan yang tertanam kuat (vested interest)
  • Perubahan cepat (revolusi) : Revolusi Amerika yang terjadi untuk menentang penjajahan, dengan revolusi yang hanya berjalan 8 tahun (1775-1786) berhasil menciptakan sistem pemerintahan baru, yakni demokrasi, dimana sebelumnya berbagai dunia menerapkan sistem feodalisme. Revolusi Industri di Inggris menimbulkan cara pandang baru terhadap teknologi.
  • Perubahan Kecil : Perubahan mode pakaian yang tidak merubah sistem pada masyarakat. Perubahan gaya rambut yang hanya ditujukan pada fashion.
  • Perubahan Besar : Migrasi yang dilakukan oleh masyarakat akan membuat daerah tujuan menjadi padat.
  • Perubahan yang dikehendaki : Perubahan berdasarkan hukum
  • Perubahan yang tidak dikehendaki : Perubahan karena faktor perubahan alam dan perubahan teknologi yang tidak diperkirakan sebelumnya
  • Perubahan struktural :  Perubahan struktur pemerintahan, dari pemerintahan dikator menjadi republik.
  • Perubahan proses : Amandemen undang-undang

2.Apa alasan masyarakat mau menerima perubahan ?
Jawab :
Kecenderungan masyarakat menerima suatu perubahan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
  • Rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada
  • Timbulnya keinginan untuk mengadakan perbaikan
  • Kesadaran akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri sehingga berusaha mengadakan perbaikan
  • Adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat
  • Banyaknya kesulitan yang dihadapi yang memungkinkan manusia berusaha untuk dapat diatasinya
  • Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin komplek dan adanya keinginan untuk meningkatkan taraf hidup
  • Sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru, baik yang datang dari dalam maupun dari luar masyarakat tertentu
  • Sistem pendidikan yang dapat memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia untuk meraik masa depan yang lebih baik

3.Gambarkan dan beri contoh bahwa suatu penemuan baru dapat mengakibatkan perubahan dalam bidang-bidang lain !
Jawab :
Sesuai dengan teori perubahan yang disebabkan oleh penemuan baru. Penemuan baru memiliki sifat, salah satunya menjalar. Maksudnya, penemuan baru tersebut dapat mempengaruhi bidang-bidang lainnya. Misalnya, penemuan internet mempengaruhi bidang pendidikan dan mempengaruhi bidang transportasi, selain dari telekomunikasi tentunya.

4.Disintegrasi dapat berwujud pergolakan daerah, aksi protes, demonstrasi, kenakalan remaja dan tindak kriminal. Tuliskan masing-masing 2 contohnya !
Jawab :
Contoh-contoh disintegrasi, diantaranya :
a.Pergolakan daerah : 
- Pemberontakan PKI Madiun yang dipimpin Muso dan Amir Syarifudin
- Kerusuhan Poso
- Konflik antar-suku di Papua
b.Aksi protes : 
- Demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa tahun 1998 yang menuntut diadakannya reformasi
- Demontrasi kaum buruh
c.Kenakalan remaja : 
- Tawuran antar pelajar sekolah
- Pesta miras yang dilakukan pelajar
d.Kriminalitas: 
- Pembunuhan
- Perampokan

5.Apa yang dimaksud dengan kejahatan “Kerah Putih” (white collar crime) ?
Jawab :
Kejahatan “Kerah Putih” (White collar crime) adalah kejahatan yang dilakukan oleh para penguasa atau pakar dalam melakukan peranannya. Para ahli sendiri mengatakan bahwa tipe kejahatan seperti ini merupakan dampak dari proses perkembangan ekonomi yang terlalu cepat yang menekankan pada aspek material belaka.

6.Bagaimana cara menanggulangi kenakalan remaja yang sekarang ini cenderung mengarah ke tindak kriminal ?
Jawab :
Pada dasarnya kenakalan remaja terjadi karena belum siapnya remaja menerima perubahan yang begitu cepat disekitarnya. Remaja yang memiliki emosi labil dan baru mengalami perkembangan akan mencari jati dirinya. Pada masa inilah terjadinya pembentukan kepribadian.  Pengawasan yang kurang dan mental yang dimiliki oleh remaja menjadi salah satu faktor timbulnya kenakalan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan terhadap perkembangan remaja, diantaranya :
a.Pengawasan dari orang tua yang lebih intens dan bersifat friendly
b.Memberikan pembinaan supaya dapat terhindak dari berbagai perbuatan yang negatif
c.Memberikan bimbingan sosiologis, psikologis dan spiritual
d.Memperbanyak kegiatan positif, seperti seminar dan hiking
e.Berorganisasi yang bermanfaat

7.Jika Anda adalah pengamat politik, bagaimana cara Anda menyikapi para tokoh politik yang cenderung saling berkonflik ?
Jawab :
Pada dasarnya konflik yang ada menjadi sebuah kewajaran dalam dunia politik. Konflik tersebut terjadi karena adanya batas-batas antartokoh politik. Perbedaan kepentingan dan haluan para tokoh politik menyebabkan mereka memiliki semacam sifat etnosentrisme yang kuat terhadap golongan. Bukan tanpa sebab hal itu bisa terjadi, karena ketika para tokoh politik memasuki dunia ini, mereka telah menyiapkan semangat dan jiwa loyalitas yang kuat untuk membela partainya. Namun, konflik yang terjadi terus-menerus bukanlah politik yang sesungguhnya. Ketika para tokoh politik terus berkonflik, itu menandakan belum siapnya mereka untuk bersaing. Ada baiknya mereka melakukan konsolidasi dengan pihak lain dan saling bertukar pikiran mengenai dunia politik yang mereka dalami. Para tokoh politik harus melihat tujuan sebenarnya dari politik, bukan hanya kekuasaan tetapi memahami keinginan masyarakat luas. 

8.Jika Anda seorang pejabat yang mempunyai kedudukan, bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah-masalah disintegrasi ?
Jawab :
Disintegrasi muncul karena beberapa perbedaan dan bentrokan kepentingan. Saya menyadari bahwa Indonesia merupakan Negara dengan keragaman, negara multikultural dengan paham pluralisme yang kuat.  Disintegrasi tidak dapat dipisahkan dari keadaan tersebut. Bukan hanya Negara Indonesia yang memiliki keragaman, disintegrasi juga dapat terjadi dinegara manapun yang memiliki kepentingan-kepentingan berbeda. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, diantaranya :
  • Mengembangkan semangat multikulturalisme, mengumpulkan berbagai pihak untuk bertukar pikiran dan saling memahami keadaan
  • Membuat semacam konsolidasi terpusat dan efektif
  • Mengadakan dialog dan diskusi terbuka antarkelompok dan golongan

9.Pada masyarakat majemuk, potensi konflik sangat besar. Sikap apa yang harus dikembangkan agar dapat terwujud kesinambungan bangsa dan Negara ?
Jawab :
Masyarakat majemuk (beragam), seperti halnya Indonesia memang rentan munculnya konflik. Konflik tersebut terjadi karena bentrokan kepentingan dan perbedaan pemahaman, ataupun hal-hal lainnya. Cara yang dapat dikembangkan untuk mengatasi/meredam berbagai konflik yang ada, yaitu :
a.Mengembangkan sikap tolerasi (tenggang rasa) antar kelompok
b.Tidak memunculkan prasangka yang berlebih
c.Mengadakan dialog dan diskusi terbuka antarkelompok

10.Sebagai warga masyarakat yang peduli dengan kedamaian dan ketentraman, bagaimana pendapat Anda terhadap terjadinya konflik antaretnis di Indonesia ?
Jawab :
Konflik antaretnis bukanlah masalah yang asing bagi kita. Berbagai pertikaian antaretnis nyatanya pernah terjadi diberbagai belahan dunia. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konflik dapat terjadi karena beberapa hal dan salah satunya yaitu Perbedaan budaya atau suku bangsa (etnis). Untuk mewujudkan perdamaian dan ketentraman, diperlukan semangat persatuan dan kesatuan, tak ada unsur membedakan. Sudah sepantasnya, jika etnis-etnis yang berbeda menjalain komunikasi yang positif. Melakukan pertemuan dan dialog. Kemudian, etnis-etnis tersebut harus intropeksi dan memahami perbedaan yang ada. Perbedaan diciptakan untuk menampilkan kekayaan, bukanlah pertentangan. Sudah saatnya, prasangka berlebihan terhadap etnis maupun kelompok lain diredam. Dan saling memunculkan kekayaan etnis masing-masing.


Anda sedang membaca Artikel tentang Anda bisa menemukan Artikel ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2013/02/tugas-9-evaluasi-bab-perubahan-sosial.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back sebagai Referensi.

Peringatan !! :Bagi yang hendak Copy-Paste, harap meminta izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan Lupa cantumkan link-back.