SELAMAT DATANG
DALAM BLOG CATATAN SOSIOLOGI
M. FATWA FATUROHMAN
LOADING SEDANG BERLANGSUNG
CS
  • SOSIOLOGI

    SOSIOLOGI

    Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

    Read More
  • MASYARAKAT

    MASYARAKAT

    Masyarakat (diterjemahkan dengan society), Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

    Read More
  • SEJARAH SMAN 1 CIBADAK

    SEJARAH SMAN 1 CIBADAK

    Pada tahun 1965, SMA Cibadak didirikan atas kepedulian masyarakat Kecamatan Cibadak terhadap pendidikan, dengan mengambil lokasi pembelajarannya berlangsung di SD Kebon Pala selama 1 tahun.

    Read More
  • TENTANG SAYA

    TENTANG SAYA

    Prinsip hidup itu bukanlah meraih dan berhenti dengan kesenangan, tapi mencoba dan terus menginginkan. dengan begitu, harapan untuk kehidupan yang lebih layak akan terus diperjuangkan.Saya sangat bahagia dengan kehidupan saya, dimana keluarga, pendidikan dan pengetahuan membimbing saya, namun tetap saja, kepuasan bukan berasal dari kebahagaiaan, tapi kemampuan, saya merasa belum mampu memberikan yang dibutuhkan

    Read More
  • KELOMPOK SOSIAL

    KELOMPOK SOSIAL

    Kelompok sosial sekumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi sehingga tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat itu sendiri. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.

    Read More

Rabu, 31 Oktober 2012

TUGAS 5 Artikel Realitas Sosial dalam Masyarakat

TUGAS 5 ( Artikel Realitas Sosial dari Berbagai Sumber)

Masyarakat dan Realita Sosial
Penulis: Derry Nodyanto (Guru SMA YPDB Belinyu/Tutor SI PGSD UP)
edisi: 22/Jul/2008 wib
DALAM  kehidupannya manusia senantiasa hidup berkelompok dan bermasyarakat atau istilahnya Zoon Politicon menurut Aristoteles. Dengan hidup berkelompok, manusia dapat memenuhi kebutuhannya. Dan melalui kelompok-kelompok sosial manusia melakukan interaksi sosial. Interaksi sosial antarkelompok dalam bentuk yang besar itulah yang disebut dengan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat didefinisikan sebagai sekelompok manusia yang saling berhubungan secara timbal balik dan didasari oleh kepentingan yang sama. 
Konsep masyarakat erat hubungannya dengan lingkungan, di mana ketika seseorang berinteraksi dengan sesama, maka lingkungan ikut menjadi faktor yang mempengaruhi sikap, kelakuan, kebiasaan, dan lain-lain yang ada di lingkungannya.

Ferdinand Tonnies, dalam ilmu sosiologi mengelompokkan masyarakat menjadi dua macam yaitu: 1) Masyarakat Paguyuban (Gemeinschaft) merupakan masyarakat yang ditandai dengan hubungan antara anggota-anggota warga berdasarkan ikatan kekeluargaan yang sangat mendalam (batiniah) dengan perwujudan rasa cinta, rasa solidaritas yang tinggi, dan pengorbanan tanpa pamrih; 2) Masyarakat Patembayan (Gesselschaft) merupakan masyarakat yang ditandai dengan hubungan antara anggota-anggota warga yang lebih mengutamakan pamrih, ikatan yang lemah, dan bersifat materi/kebendaan.



Dalam realita sosial yang lebih konkrit dalam hidup bermasyarakat, maka manusia senantiasa dibumbui dengan berbagai benturan kepentingan yang berbeda sebagai cermin manusia sebagai makhluk individu: manusia memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan manusia yang lain, yakni cenderung ingin menang sendiri dan mementingkan kepentingan pribadi walaupun di satu sisi tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Di sini jelas hakikatnya bahwa manusia bersifat monodualis, artinya manusia selain sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. Dan apabila kita hubungkan antara konsep Masyarakat Patembayan (Gesselschaft) yang dikemukakan oleh Ferdinand Tonnies dengan konsep manusia sebagai makhluk individu, maka akan tampak keterkaitan satu sama lain apalagi kalau kita melihat fenomena yang terjadi pada saat ini.



Dewasa ini Masyarakat Paguyuban (Gemeinschaft) yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekerabatan walaupun masih ada tetapi bisa dikatakan sudah mulai luntur terkikis perubahan zaman. Sekarang ini sifat-sifat individual manusia lebih menonjol dan kecenderungan untuk tidak mau peduli dengan orang lain sudah mulai menjadi benih-benih yang mengkhawatirkan. Segala sesuatu diperhatikan atas untung dan rugi serta penyakit malas tidak mempunyai motivasi jika yang dikerjakan tidak memberikan kontribusi sebanding dengan apa yang dikerjakan. Kondisi yang lambat laun tidak menutup kemungkinan akan mengakar dalam kehidupan masyarakat, jika nilai dan norma yang berlaku tidak menjadi pegangan atas landasan. Jadi sangat beralasan jika penulisan mengutip salah satu iklan di televisi yaitu “susah lihat orang senang, senang lihat orang susah”. Ungkapan yang bermakna sindiran namun begitu melekat dalam kondisi masyarakat pada saat ini walaupun tidak seluruhnya. Betapa tidak, pada saat ini masyarakat semakin acuh tak acuh dengan keadaan sekitarnya.

Dan lebih mirisnya lagi muncul berbagai asumsi-asumsi negatif dan tidak menyenangkan yang dilontarkan jika melihat orang lain mencapai suatu kesuksesan. Aneh, namun realita sosial ini terjadi dalam masyarakat.
Lebih besar lagi masyarakat dan realita sosial yang memprihatinkan kita jumpai dan saksikan dalam tayangan-tayangan di televisi. Lihatlah stasiun televisi sekarang berlomba-lomba menyajikan program-program reality show yang menjanjikan hadiah miliaran rupiah. Semakin tinggi hadiahnya semakin tinggi pula rating program televisi tersebut. Ironisnya, pemegang hadiah tersebut notabenenya adalah orang-orang yang dari segi pendapatan mempunyai penghasilan yang sudah layak sedangkan masyarakat dari golongan bahwa hanya bisa menjadi penonton setia sekaligus gigit jari menyaksikan tayangan tersebut dan membayangkan dalam khayalan, jika hadiah itu menjadi milik mereka. Namun sayang hanya sebatas khayalan yang jauh dari harapan. Jauh panggang dari api. Ini berarti seharusnya angka kemiskinan di Indonesia tidak separah yang diberikan, buktinya di tengah keprihatinan kita terhadap masyarakat miskin ternyata negeri ini memiliki orang-orang kaya yang justru menghambur-hamburkan uang yang ternyata tidak tepat sasaran. 

Tidak tepat sasaran menurut persepsi penulis tetapi tidak menurut mereka yang memiliki uang tersebut, toh itu semua adalah uang mereka dan terserah mereka pula bagaimana memanfaatkannya. Namun tentunya kita sepakat menyetujui bahwa alngkah lebih bermanfaat lagi jika hadiah milyaran rupiah tersebut digunakan untuk kepentingan saudara-saudara kita yang kekurangan, membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Sidoarjo, korban lumpur Lapindo dan masih banyak lagi realita sosial yang menjadi problema yang seharusnya menjadi prioritas utama untuk ditangani.
Penulis menggemari bahkan penulis yakin kita semua akan menggemari dan ingin menyaksikan lagi program-program reality show seperti Uang Kaget dan Bedah Rumah di RCTI, program Tolong di SCTV, program Pulang Kampung di Trans 7, program Jika Aku Menjadi di Trans TV, dan beraneka macam lagi program sejenis yang lebih mendidik dan berguna karena menyentuh masyarakat golongan bawah. Dengan adanya program tayangan seperti itu, kita dapat belajar banyak tentang kejadian-kejadian yang terjadi sekitar kita yaitu betapa pentingnya kita mensyukuri apa yang telah kita miliki dan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Sangat tepat jika kita mengambil ungkapan orang bijak bahwa “Untuk Maju Lihat ke Atas dan Untuk Bersyukur Lihat ke Bawah”.

 Dengan demikian realita sosial “susah lihat orang senang, senang lihat orang susah” seiring waktu berjalan berubah menjadi “susah lihat orang susah, senang lihat orang senang”. (*)

Sumber : bangkapos.com
Anda sedang membaca Artikel tentangTUGAS 5 Artikel Realitas Sosial dalam MasyarakatAnda bisa menemukan Artikel TUGAS 5 Artikel Realitas Sosial dalam Masyarakat ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2012/11/artikel-realitas-sosial-dalam-masyarakat.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel TUGAS 5 Artikel Realitas Sosial dalam Masyarakat ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back TUGAS 5 Artikel Realitas Sosial dalam Masyarakat sebagai Referensi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar