SELAMAT DATANG
DALAM BLOG CATATAN SOSIOLOGI
M. FATWA FATUROHMAN
LOADING SEDANG BERLANGSUNG
CS
  • SOSIOLOGI

    SOSIOLOGI

    Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

    Read More
  • MASYARAKAT

    MASYARAKAT

    Masyarakat (diterjemahkan dengan society), Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

    Read More
  • SEJARAH SMAN 1 CIBADAK

    SEJARAH SMAN 1 CIBADAK

    Pada tahun 1965, SMA Cibadak didirikan atas kepedulian masyarakat Kecamatan Cibadak terhadap pendidikan, dengan mengambil lokasi pembelajarannya berlangsung di SD Kebon Pala selama 1 tahun.

    Read More
  • TENTANG SAYA

    TENTANG SAYA

    Prinsip hidup itu bukanlah meraih dan berhenti dengan kesenangan, tapi mencoba dan terus menginginkan. dengan begitu, harapan untuk kehidupan yang lebih layak akan terus diperjuangkan.Saya sangat bahagia dengan kehidupan saya, dimana keluarga, pendidikan dan pengetahuan membimbing saya, namun tetap saja, kepuasan bukan berasal dari kebahagaiaan, tapi kemampuan, saya merasa belum mampu memberikan yang dibutuhkan

    Read More
  • KELOMPOK SOSIAL

    KELOMPOK SOSIAL

    Kelompok sosial sekumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi sehingga tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat itu sendiri. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.

    Read More

Rabu, 31 Oktober 2012

TUGAS 5 Artikel Realitas Mahasiswa


Mahasiswa: Realitas Sosial dan Egoisme

OPINI | 27 July 2012 | 13:16



Perkembangan Situasi Sosial Berita dan cerita tentang keberadaan rakyat yang semakin terperosok oleh oleh tuan dan puan di atas singgasana sudah menjadi makanan sehari-hari. Berbagai media masa, cetak maupun elektronik telah bosan menyorot, entah dari komunitas akar rumput (baca: rakyat) sampai pada kaum yang memiliki kekuasaas atas nama rakyat yang mungkin saat ini sedang merancang animasi-animasi untuk rakyat. Kesaksian-kesaksian hidup manusia meronta-ronta menuntut ekspresi dalam permainan situasi ini, terutama dalam dunia yang kian deras oleh arus globalisasi yang memberikan sikap egoistis ini. Dari lahir hingga mati, manusia perlu eksistensi dalam menjalankan tugasnya sendiri. Tetapi pemeliharannya meliputi lebih dari moral memuaskan utama mengendarai sini hingga sekarang menjadi dasar. Manusia terus menerus dan merubah dunia, dan jika tidak mengendalikan segala hal kelanjutannya dan integritas jiwa, ia tidak bisa menyerah sendiri ke eksistensi dan partisipasi untuk mengubah hidupnya setiap hari. Manusia lebih dari hewan- hewan lain dapat mengantisipasi masa depan awal, dan antisipasi ini adalah kebutuhan dia dalam membuat perubahan dalam diri sendiri dan lingkungan di dalam urutan tidak hanya mengendalikan sendiri situasi saat ini, tetapi juga arus bolak-balik berbagai kemungkinan, dengan demikian dapat mengendalikan sendiri di masa mendatang yang nyaman. Globalisasi adalah mendesakan dunia, demikian ungkapan yang tepat untuk mengatakannya. Semangat ini muncul seiring dengan berkembangnya ekonomi negara-negara barat dengan lain kata terjadi perkembangan yang pesat dalam dunia pasar. Perkembangan pasar yang pesat ini menyebabkan terjadinya persaingan yang ketat antara individu-individu untuk memperolah kekayaan sebanyak-banyaknya, agar semakin berjaya dalam persaingan pasar. Hal ini juga menyebabkan adanya tingkatan-tingkatan ekonomi dalam masyarakat dan menyebabkan orang yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin sehingga individualisme semakin nyata keberadaannya. Bahkan pada kalangan intelektualisme mahasiswa dengan menutup mata pada realitas sosial masyarakat saat ini. Menjadi Mahasiswa dan Mentalitas Murid Dosen Secara etimologis, kata mahasiaswa berasal dari jenis kata majemuk “maha” yang artinya besar, dan kata siswa yaitu pelajar. Kamus Besar Bahasa Indonesia menerangkan bahwa mahasiswa adalah siswa yang paling besar yang belajar di perguruan tinggi atau akademi. Hal ini bisa menunjukan bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual yang berpikiran matang terhadap berbagai bidang ilmu tanpa menelantarkan sikap solidaritasnya pada masalah sosial yang terjadi. Menghadapi perubahan zaman yang kian kompleks dengan berbagai tawaran baru yang serba instan dan gaung liberalisme yang makin kencang menggema. Adapun liberalisme dimaksudkan sebagai keberanian bebas berpikir untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di masyarakat, tapi sering disalah artikan sebagai sesuatu yang mutlak demi kepentingan diri sendiri (egoisme). Hal ini mengubah pola pikir “Murid Dosen,” apalagi berhadapan dengan tawaran kemajuan teknologi di milenium ketiga ini. Berbagi jenis barang elektronik menjadi trend di kalangan mahasiswa. Salah satu contoh, surat dan telegram yang biasa digunakan angkatan terdahulu berganti dengan handphone. Bahkan nokia 1200 berubah menjadi blackberry yang mutakhir dengan berbagai tawaran fitur kemudahan. Secara tidak langsung mahasiswa dibodohi oleh teknologi. Ambil saja contoh kasus di kampus (mungkin para “Pengajar Mahasiswa” belum mengetahuinya), bagaimana pembodohan oleh teknologi pada kalangan mahasiswa. Handphone menjadi media paling praktis untuk menaruh contekan baik melalui fitur Images, Short Message Service maupun internetan. Mentalitas instan dan kurangnya semangat kerja keras mahasiswa menjadi biang kerok potret para mahasiswa dewasa ini. Matinya semangat kebersamaan dan lemahnya teropongan terhadap realitas sosial yang terjadi saat ini menjadi bagian lain wajah mahasiswa itu sendiri saat ini. Parahnya lagi mereka menertawakan segelintir mahasiswa yang masih punya jiwa terhadap realitas sosial. Amat disayangkan, padahal secara tidak langsung itu merupakan suatu bentuk pengakuan kelemahan diri sendiri. Filosofi jari (dua jari menunjuk orang lain, tiga jari berbalik pada diri sendiri). Sungguh, menertawakan kebodohan sendiri yang dipuja. Tekanan Terhadap Individu Roberts W. White dari Universitas Harvard merupakan salah satu penemu sistem analisis dan deskripsi motifasi. Setelah melakukan penelitian di lapangan, White membuat suatu kesimpulan bahwa tingkah meliputi pendorong dasar kata lainnya, tingkah laku terdiri dari pemeriksaan, penyelidikan, komonikasi pemikiran, memanipulasi lingkungan. Kebutuhan untuk berkompetisi dalam melakukan keaktifan berlangsung relative secara bebas pada gerakan fisik. Melihat dari kejadian yang berkembang saat ini, sungguh sangat parah. Mahasiswa yang lulus dengan cum laude belum tentu lulus dengan mulus tanpa tergiur oleh cara di atas. Kadang ada yang membela diri. Katanya ini, sungguh dari hasil kerja keras. Suatu bentuk pembelaan terhadap diri sendiri. Ironis memang, kaum mahasiswa sekarang lebih suka melakukan tindakan frontalis apabila suatu bentuk kebijakan justru menghimpit daya juang mereka untuk memuluskan jalan menuju egoismenya. Padahal hal ini telah merupakan sebuah praktek pembelajaran Korupsi, Kolusi dan Nepotisme baik secara sadar maupun tidak sadar. Bila ditinjau lebih jauh berdasarkan pemikiran dan analisis yang lengkap dengan pisau analisis yang tajam. Sungguh, suatu bentukan pembangkangan terhadap nurani yang hanya mengembangbiakan virus egoisme. Relasi, Teknologi dan Secercah Harapan Manusia merupakan satu dari jutaan Makhluk Tuhan yang hidup dengan berkelompok. semakin maju peradaban, sepatutnya semakin maju pula cara manusia berkelompok. Oleh karena itu relasi menjadi penting dalam mengembangkan kehidupan kita di jagat ini. Lebih baik lagi jika kepekaan sosial kita dibangun. Untuk itu haruslah melakukan redefinisi atas eksistensi kita di galaksi bimasakti ini. Suatu kebanggaan apabila mahasiswa dasawarsa ini, mencoba untuk bergerak menentang terhadap berbagai ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat umum. Teknologi masa kini bisa kita jadikan sebagai media untuk menelurkan ide dan analisis tajam kita pada realitas sosial bukannya idealisme sempit seperti ingin mendapatkan nilai bagus melalui cara tak halal seperti contoh kasus di atas. Harapan baru bagi mahasiswa saat ini ialah kepekaan sosial untuk membangun bangsa ini lebih maju ke depannya dengan berbagai macam tawaran teknologi modern abad 21 ini. Memahami perkembangan zaman yang semakin kompleks dan atas dorongan manusia sebagai makhluk social yang sudah tak ada tawar menawar lagi harus membentuk relasi, untuk itu sudah selayaknya mahasiswa membuka mata atas realitas sosial yang terjadi saat ini. Masalah paling urgen di lingkungan social kita saat ini adalah masalah kesehatan yang lebih spesifik lagi ialah kekurangan gizi (marasmus dan kwasiokhor). Sudahkah mahasiswa, membantu dari sedikit kelebihannya untuk meringankan beban mereka (dari pada uang untuk bermain facebook dan sejenisnya). Semoga mahasiswa saat ini lebih peka terhadap masalah sosial.

Sumber : kompasiana.com
Anda sedang membaca Artikel tentangOktober 2012Anda bisa menemukan Artikel Oktober 2012 ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2012/11/artikel-realitas-mahasiswa.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel Oktober 2012 ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back Oktober 2012 sebagai Referensi.

TUGAS 5 Artikel Realitas Sosial dalam Masyarakat

TUGAS 5 ( Artikel Realitas Sosial dari Berbagai Sumber)

Masyarakat dan Realita Sosial
Penulis: Derry Nodyanto (Guru SMA YPDB Belinyu/Tutor SI PGSD UP)
edisi: 22/Jul/2008 wib
DALAM  kehidupannya manusia senantiasa hidup berkelompok dan bermasyarakat atau istilahnya Zoon Politicon menurut Aristoteles. Dengan hidup berkelompok, manusia dapat memenuhi kebutuhannya. Dan melalui kelompok-kelompok sosial manusia melakukan interaksi sosial. Interaksi sosial antarkelompok dalam bentuk yang besar itulah yang disebut dengan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat didefinisikan sebagai sekelompok manusia yang saling berhubungan secara timbal balik dan didasari oleh kepentingan yang sama. 
Konsep masyarakat erat hubungannya dengan lingkungan, di mana ketika seseorang berinteraksi dengan sesama, maka lingkungan ikut menjadi faktor yang mempengaruhi sikap, kelakuan, kebiasaan, dan lain-lain yang ada di lingkungannya.

Ferdinand Tonnies, dalam ilmu sosiologi mengelompokkan masyarakat menjadi dua macam yaitu: 1) Masyarakat Paguyuban (Gemeinschaft) merupakan masyarakat yang ditandai dengan hubungan antara anggota-anggota warga berdasarkan ikatan kekeluargaan yang sangat mendalam (batiniah) dengan perwujudan rasa cinta, rasa solidaritas yang tinggi, dan pengorbanan tanpa pamrih; 2) Masyarakat Patembayan (Gesselschaft) merupakan masyarakat yang ditandai dengan hubungan antara anggota-anggota warga yang lebih mengutamakan pamrih, ikatan yang lemah, dan bersifat materi/kebendaan.



Dalam realita sosial yang lebih konkrit dalam hidup bermasyarakat, maka manusia senantiasa dibumbui dengan berbagai benturan kepentingan yang berbeda sebagai cermin manusia sebagai makhluk individu: manusia memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan manusia yang lain, yakni cenderung ingin menang sendiri dan mementingkan kepentingan pribadi walaupun di satu sisi tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Di sini jelas hakikatnya bahwa manusia bersifat monodualis, artinya manusia selain sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. Dan apabila kita hubungkan antara konsep Masyarakat Patembayan (Gesselschaft) yang dikemukakan oleh Ferdinand Tonnies dengan konsep manusia sebagai makhluk individu, maka akan tampak keterkaitan satu sama lain apalagi kalau kita melihat fenomena yang terjadi pada saat ini.



Dewasa ini Masyarakat Paguyuban (Gemeinschaft) yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekerabatan walaupun masih ada tetapi bisa dikatakan sudah mulai luntur terkikis perubahan zaman. Sekarang ini sifat-sifat individual manusia lebih menonjol dan kecenderungan untuk tidak mau peduli dengan orang lain sudah mulai menjadi benih-benih yang mengkhawatirkan. Segala sesuatu diperhatikan atas untung dan rugi serta penyakit malas tidak mempunyai motivasi jika yang dikerjakan tidak memberikan kontribusi sebanding dengan apa yang dikerjakan. Kondisi yang lambat laun tidak menutup kemungkinan akan mengakar dalam kehidupan masyarakat, jika nilai dan norma yang berlaku tidak menjadi pegangan atas landasan. Jadi sangat beralasan jika penulisan mengutip salah satu iklan di televisi yaitu “susah lihat orang senang, senang lihat orang susah”. Ungkapan yang bermakna sindiran namun begitu melekat dalam kondisi masyarakat pada saat ini walaupun tidak seluruhnya. Betapa tidak, pada saat ini masyarakat semakin acuh tak acuh dengan keadaan sekitarnya.

Dan lebih mirisnya lagi muncul berbagai asumsi-asumsi negatif dan tidak menyenangkan yang dilontarkan jika melihat orang lain mencapai suatu kesuksesan. Aneh, namun realita sosial ini terjadi dalam masyarakat.
Lebih besar lagi masyarakat dan realita sosial yang memprihatinkan kita jumpai dan saksikan dalam tayangan-tayangan di televisi. Lihatlah stasiun televisi sekarang berlomba-lomba menyajikan program-program reality show yang menjanjikan hadiah miliaran rupiah. Semakin tinggi hadiahnya semakin tinggi pula rating program televisi tersebut. Ironisnya, pemegang hadiah tersebut notabenenya adalah orang-orang yang dari segi pendapatan mempunyai penghasilan yang sudah layak sedangkan masyarakat dari golongan bahwa hanya bisa menjadi penonton setia sekaligus gigit jari menyaksikan tayangan tersebut dan membayangkan dalam khayalan, jika hadiah itu menjadi milik mereka. Namun sayang hanya sebatas khayalan yang jauh dari harapan. Jauh panggang dari api. Ini berarti seharusnya angka kemiskinan di Indonesia tidak separah yang diberikan, buktinya di tengah keprihatinan kita terhadap masyarakat miskin ternyata negeri ini memiliki orang-orang kaya yang justru menghambur-hamburkan uang yang ternyata tidak tepat sasaran. 

Tidak tepat sasaran menurut persepsi penulis tetapi tidak menurut mereka yang memiliki uang tersebut, toh itu semua adalah uang mereka dan terserah mereka pula bagaimana memanfaatkannya. Namun tentunya kita sepakat menyetujui bahwa alngkah lebih bermanfaat lagi jika hadiah milyaran rupiah tersebut digunakan untuk kepentingan saudara-saudara kita yang kekurangan, membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Sidoarjo, korban lumpur Lapindo dan masih banyak lagi realita sosial yang menjadi problema yang seharusnya menjadi prioritas utama untuk ditangani.
Penulis menggemari bahkan penulis yakin kita semua akan menggemari dan ingin menyaksikan lagi program-program reality show seperti Uang Kaget dan Bedah Rumah di RCTI, program Tolong di SCTV, program Pulang Kampung di Trans 7, program Jika Aku Menjadi di Trans TV, dan beraneka macam lagi program sejenis yang lebih mendidik dan berguna karena menyentuh masyarakat golongan bawah. Dengan adanya program tayangan seperti itu, kita dapat belajar banyak tentang kejadian-kejadian yang terjadi sekitar kita yaitu betapa pentingnya kita mensyukuri apa yang telah kita miliki dan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Sangat tepat jika kita mengambil ungkapan orang bijak bahwa “Untuk Maju Lihat ke Atas dan Untuk Bersyukur Lihat ke Bawah”.

 Dengan demikian realita sosial “susah lihat orang senang, senang lihat orang susah” seiring waktu berjalan berubah menjadi “susah lihat orang susah, senang lihat orang senang”. (*)

Sumber : bangkapos.com
Anda sedang membaca Artikel tentangOktober 2012Anda bisa menemukan Artikel Oktober 2012 ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2012/11/artikel-realitas-sosial-dalam-masyarakat.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel Oktober 2012 ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back Oktober 2012 sebagai Referensi.

Daftar Blog Teman XI IPS 1

DAFTAR ALAMAT BLOG SOSIOLOGKELAS XI IPS-12012-2013

No
NAMA SISWA
NAMA BLOG
1
AJENG PUTRI
2
AJHAR ANSORI
3
AZRA ALIFAHUSNA L
4
DANDIKA MOUZA
5
DEA TRI APRILYA
6
DEBBY KANIA BUSTAMI
7
DEVIA DEVANA
http://devitilaar.blogspot.com/
8
DIAN HARDIANSYAH
9
EGA FATIMAH SRI RAHAYU
10
ELMI AKMALIANIS
11
FARHAN MARHAMAN
12
FATIYA AMALIANI
13
HAEKAL
14
HARYO SIGIT ADI NUGRAHA
15
HILDA ARIYANI
http://hildadiferensiasi.blogspot.com/
16
INDAH RAHMASARI
17
ISTI SURTIKANTI
http://inspireofistisosiologi.blogspot.com/
18
JIHAN AZHIRA FIRSTY N
19
LOUIS GANDHI AMANDA
http://sosiologiinaction.blogspot.com
20
LUSIANA ARSYAH NAZDIA
21
LUTFI PUSPONEGORO
22
M. FATWA FATUROHMAN
23
MOH. IKHWANUS SHAFA
24
MUHAMMAD DICKO G K
25
NENG TRIA SITI ALAWIYAH
http://sosiologinengtria.blogspot.com/
26
NOOR INTAN SAFAAT
27
PRILY ANISA
28
PUNGKY NOVIANA A
http://pungkyarissandy.wordpress.com
29
PURNOMO NUSYAHBANA K
30
RIFKA ALFI HIDAYAWATI
31
RISMA PRATIWI
http://rismadurkheim.blogspot.com/
32
RIZKY OKTAVIANA DEWI
http://gesselschaftrizky.blogspot.com/
33
SARAH KARIMAH
http://sarahkarimah.wordpress.com/
34
SRI ANDINI
35
TAUFIK YOGASWARA
36
TIARA LAZULFA KARIMA
http://tiaralazulfa.blogspot.com/
37
WINDY WULANDARI
38
YUZAR ADETYA PUTRA R
http://socioyuzarology.blogspot.com/


Anda sedang membaca Artikel tentangOktober 2012Anda bisa menemukan Artikel Oktober 2012 ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2012/11/daftar-blog-teman-xi-ips-1.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel Oktober 2012 ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back Oktober 2012 sebagai Referensi.

Selasa, 30 Oktober 2012

TUGAS 4 Slideshow Foto Realita Sosial

TUGAS 4 ( Komentar Foto Realita Sosial )

Bab 7 Masyarakat Multikultural : Realita Sosial Masyarakat

 1
Foto diatas menunjukan betapa gotong-royong dan kebersamaan masih dijunjung tinggi, manakala ada orang     
yang sedang melakukan sesuatu, semacam ada "magnet" yang menarik orang lain/masyarakat lain untuk ikut ambil bagian dengan pekerjaan yang dilakukan. Kalau menurut Durkheim, mungkin ini bisa disebut dengan solidaritas mekanik yang berjalan secara beriringan bersama. Inilah contoh bentuk masyarakat desa, masyarakat yang tidak mementingkan individualis dan tetap memegang norma dan nilai yang dianut masyarakatnya.

2
Foto diatas menunjukan bentuk budaya lokal atau budaya tradisional. Sebuah kesenian yang dilestarikan agar tidak tergerus jaman. Budaya seperti ini ditampilkan dengan tampilan yang lebih modern dan diisi oleh "penyesuaian" dari segi situasi dan kondisi. Pemilik budaya dan kesenian tersebut pasti menyadari bahwa budaya akan diterima jika ditampilkan dengan pesan yang tersampaikan tanpa harus merubah nilai dasarnya. Masyarakat seperti ini bisa dikategorikan masyarakat Insklusif.

3
Melihat foto diatas tentulah semua sepakat bahwa, ini adalah REALITA. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya. Salah satunya tanah, Tuhan memberikan tanah yang subur makmur untuk kita tanami. Untuk itulah negara ini sangat cocok dengan gelar "negara agraris". Meskipun "agraris" itu sendiri menjadi semacam gelar yang ghaib, antara ada dan tanpa keseriusan, namun sebagaian besar masyarakat indonesia masih bergantung pada pertanian. Ini sebagai contoh masyarakat pertanian Indonesia.

4
Gambar diatas merupakan sebuah potret nyata kehidupan dan situasi kota. Kota yang tergambar merupakan   
kota modern dengan fasilitas dan kondisi yang memadai untuk pembangunan masyarakat suasana sosial modernis. Gambaran kota seperti ini akan ikut ambil dalam pembentukan masyarakat modern kedepannya.

5
Suatu masyarakat muncul dengan tradisi atau adat istiadat yang menjadikan ciri khas masing-masing kelompok/suku/masyarakat yang ada. Tradisi tersebut menjadi sebuah indikator, seberapa "eksis" dan masih terawatkah budaya yang dimilikinya. Sifat-sifat tradisional yang melekat pada masyarakat yang memiliki tradisi inilah yang menciptakan keragaman yang membentuk persatuan dan persamaan (Multikulturalisme). masyarakat yang memiliki tradisi yang menjunjung tinggi tradisinya bisa kita masukan dalam kategori masyarakat tradisional.

6


Foto diatas merupakan foto keluarga. Dimana anggota dari foto-foto tersebut merupakan bagian dari keluarga atau memiliki hubungan darah langsung dengan setiap orang yang berada difoto itu. Mereka saling berhubungan secara lahir maupun batin. Hubungan yang disebut Primer oleh Charles H. Cooley ini menjadikan sebuah hubungan khusus dalam keluarga. Hubungan ini akan membentuk sebuah masyarakat ekslusif jika ditempatkan dalam sebuah distrik/wilayah tertentu.

7
Foto diatas menggambarkan bahwa, manusia sekarang adalah manusia yang hidup dalam "tuntutan jaman". Kita perlu dibiasakan menuntut untuk menciptakan kehidupan yang lain. Tuntutan yang diajukan bermacam-macam, namun itu bukanlah sebuah ancaman ataupun sebuah permasalahan yang menakutkan, ini ALAMIAH dan kita patut bangga karena kita bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Meskipun perlu sebuah kesadaran alami bahwa hidup ini bukanlah untuk menuntut tapi untuk memahami kondisi. Namun kesadaran itu akan dibarengi dengan pemikiran akan perubahan yang kita harapkan. Inilah bentuk masyarakat modern yang tidak berfikir konservatif dan kuno yang terkekang oleh stratifikasi dan kasta.

8
Realita untuk Indonesia saat ini, yaitu negara yang memiliki sebagian besar masyarakat bertani dengan kemajuan dan industrialiasi. Hal ini menimbulkan sebuah kesan yang dramatis. Seakan-akan pertanian itu identik dengan desa, tradisional, kuno, orang tua, kotor, tidak berwibawa dan tidak terlalu menguntungkan. dan industri itu identik dengan kota, modern, modis, gaul, bergengsi, menjanjikan dan menguntungkan. Hal ini menjadi sebuah acuan tidak konkrit bahwa hidup ini belum berprinsip "egalite" atau persamaan. Bahkan persaudaraan yang mestinya dijalin mungkin akan terhalang jarak pemisah antara profesi, tempat dan proses interaksi masyarakat kota dan masyarakat desa.


Sumber Foto : google.com/images
Anda sedang membaca Artikel tentangOktober 2012Anda bisa menemukan Artikel Oktober 2012 ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2012/10/slideshow-foto-realita-sosial.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel Oktober 2012 ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back Oktober 2012 sebagai Referensi.

Selasa, 16 Oktober 2012

TUGAS 3 Studi Kasus Koran

TUGAS 3 STUDI KASUS (KAMIS, 27 SEPTEMBER 2012)



“MEMBACA KORAN”
KOMPAS EDISI SENIN, 3 SEPTEMBER 2012


1. PEMIMPIN HARUS PUNYA ETIKA
Konsolidasi PDIP di Hotel Grand Sahid
Tipe kelompok sosial sekunder (Ellsworth) dan patembayan (Soerjono Soekanto)


2. POLITIK JANGAN DIHINDARI (Ikatan Sarjana Katolik “ISKA”)
Ketua ISKA mengatakan bahwa ISKA harus turut ambil bagian dalam kegiatan politik
Tipe kelompok Gesselschaft (Ferdinand Tonnies)


3. KOALISI PARTAI, PARTAI KOALISI
Setelah pendaftaran partai politik untuk pemilu 2014 dibuka, partai menjalankan agenda koalisi untuk mempertahankan pengaruhnya.
Tipe kelompok Sekunder (Ellsworth) dan Patembayan (Soerjono Soekanto)


4. MASYARAKAT YOGYAKARTA BISA LEBIH TENANG
Eksistensi masyarakat D.I. Yogyakarta sebagai daerah istimewa mendapatkan pengakuan formal dan masyarakat Yogya menyelenggarakan syukuran.
Tipe kelompok Paguyuban /Primer (Soerjono Soekanto)


5. PENGUNGSI HARAPKAN SOLUSI JANGKA PANJANG
Kasus konflik antarwarga di Madura, masyarakat dan warga syiah yang terlibat kekerasan. Warga syiah yang mengungsi erharap bahwa pemerintah dapat memulihkan keadaan.
Tipe kelompok In-group dan Out-group (W.G. Sumner)


6. SARAN KPK UNTUK PRESIDEN SBY
KPK menyarankan pada presiden bahwa menteri jangan dari partai politik
Tipe Derajat Organisasi (Soerjono Soekanto)

M. Fatwa Faturohman
Taufik Yogaswara
Anda sedang membaca Artikel tentangOktober 2012Anda bisa menemukan Artikel Oktober 2012 ini dengan URL http://catatansosiologi.blogspot.com/2012/10/studi-kasus-koran-kelompok-sosial.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau mengCopy-Paste nya jika Artikel Oktober 2012 ini sangat bermanfaat. Namun harap meminta Izin terlebih dahulu di Kotak Komentar. Jangan lupa untuk meletakkan Link-Back Oktober 2012 sebagai Referensi.